s e p t e m b e r c e r i a

1 September 2011 § Tinggalkan komentar

Mudik lebaran tahun ini cukup berkesan untuk saya. Tahun ini 1432 H/2011, lebaran pertama dengan keluarga baru saya. Dimana 10 bulan yang lalu tepatnya tanggal 14 november 2010 saya mengawali keluarga baru dengan menikahi seorang gadis yang sangat saya sayangi :-). Di tengah kemeriahan hari kemenangan tahun ini pula saya dan istri sedang berbahagia menanti kehadiran sang buah hati yang sebentar lagi akan melengkapi keceriaan keluarga kecil kami, aamiin. Menurut dokter yang memeriksa kehamilan istri saya, Hari Perkiraan Lahir (HPL) adalah 7 september 2011, jadi tinggal menunggu beberapa hari lagi. Yang namanya perkiraan tidak selalu tepat, boleh maju boleh mundur, namun kami sekeluarga siap akan kehadiran sang buah hati kapan pun Allah SWT mengijinkan. Segala do’a kami panjatkan, segala ikhtiar kami lakukan demi kebaikan buah hati kami. Sehingga harapannya nanti anak kami dapat lahir dengan selamat, sehat, normal, lancar dan si ibu senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, keselamatan dan kemudahan, amiin…

Libur Lebaran tahun ini merupakan hari libur kerja terlama yang pernah saya alami. Hampir 3 minggu saya dapat menikmati liburan di kampung halaman saya tercinta. Jatah libur hari raya dari kantor 6 hari, ditambah cuti persiapan persalinan istri 7 hari kalender, dan ditambah hari libur biasa sabtu- minggu jadi total liburan 21 hari !!.

Waktu libur yang cukup lama saya gunakan sebaik-baiknya untuk mendampingi istri mempersiapkan diri menghadapi masa persalinan. ‘Suami SIAGA’, adalah status yang sekarang sedang saya sandang hehehe….Suami SIAGA adalah kondisi kesiagaan suami dalam upaya memberikan pertolongan dalam merencanakan dan menghadapi kehamilan, persalinan dan nifas  terhadap istrinya.

Selama saya ada waktu, tuntutan menjadi suami yang selalu siap, mengantar, dan menjaga istri bila diperlukan memang sangat membanggakan. Buat para suami yang tengah bersiap-siap menjadi bapak, kegiatan mendampingi istri di masa kehamilan sangatlah menyenangkan, apalagi ketika istri minta dielus-elus perutnya, sesekali dede’ di dalam perut bergerak-gerak, kadang menendang, meninju atau sekedar berputar ketika perut bundanya dielus-elus. Ikatan batin antara ayah dan anak seakan mulai terjalin ketika saya mencium-cium perut istri sambil mengusap-usap dengan lembut dengan sesekali mengajak dede’ yang masih di dalam untuk mengobrol.

Kegiatan mendampingi istri di masa kehamilan tersebut bagi saya juga memberikan gambaran langsung betapa susah dan payahnya perjuangan untuk menjadi seorang ibu. Beratnya beban penderitaan seorang wanita yang tengah mengandung saya saksikan secara langsung. Berminggu-minggu lamanya dari trimester pertama sampai trimester ketiga istri saya harus menghadapi berbagai ujian, tantangan, dan cobaan di masa kehamilan. Di tengah berbagai ujian dan tantangan itu, kasih sayang istri saya kepada si buah hati dalam kandungan selalu ada bahkan selalu bertambah. Itulah mengapa ada hadits ‘surga itu berada di bawah telapak kaki ibu’. Karena kasih sayang seorang ibu begitu tulus bahkan sejak bayi masih dalam kandungan. Dan ibu lah yang selalu menemani sang bayi saat masih dalam kandungan, memeliharanya siang dan malam.

Dan mudah-mudahan awal september tahun ini menjadi hari yang istimewa dengan segala keceriaan di dalamnya. Mudah-mudahan nanti anak pertama kami dapat lahir dengan selamat, sehat, normal, demikian pula dengan ibunya, aamiin yaa robbal alamiin…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading s e p t e m b e r c e r i a at mas ady.

meta

%d blogger menyukai ini: